Panduan Investasi Reksadana

Apa Itu ReksaDana ?

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 8 tentang Pasar Modal, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksa dana dibentuk oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris.

Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti T/D, SBI, obligasi, dan saham.

Sementara, bank kustodian akan berperan dalam penyimpanan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi reksa dana.

Reksa dana merupakan sarana investasi bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar. Melalui reksa dana, investor sudah tidak perlu repot mengelola portofolio investasinya sendiri.


Kelebihan ReksaDana Dibanding Instrumen Investasi Lain?

Banyak instrumen investasi yang tersedia di pasar. Namun, yang menjadi nllai tambah reksadana dibandingkan instrumen investasi lain, antara lain:

  • Akses ke dalam instrumen investasi yang beragam.
  • Pengelolaan portofolio investasi yang profesional oleh manajer investasi dan bank kustodian
  • Diversifikasi investasi dengan biaya yang rendah. Melalui dana yang terkumpul dari sekian banyak investor, reksadana dapat berinvestasi ke berbagai jenis instrumen dari berbagai perusahaan.
  • Likuiditas yang relatif tinggi. Dalam kondisi normal, reksa dana dapat dibeli dan dicairkan (dijual kembali) setiap hari kerja.
  • Potensi hasil investasi yang tinggi dalam jangka panjang.
  • Manfaat bebas pajak untuk instrumen investasi tertentu (saat ini investasi dalam obligasi dan surat utang negara).

Jenis dan Pilihan Produk Reksadana

Ada empat jenis reksa dana yang dapat dimanfaatkan investor. Masing-masing dibedakan menurut alokasi jenis investasi yang dilakukan.

  • Reksa dana pasar uang, berinvestasi 100% ke dalam eek pasar uang. Efek pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun (SBI, deposito, obligasi dengan sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun)
  • Reksa dana pendapatan tetap, berinvestasi minimum 80% pada efek utang, umumnya pada obligasi.
  • Reksa dana saham, berinvestasi minimum 80% pada efek saham.
  • Reksa dana campuran, berinvestasi pada kombinasi efek utang dan efek saham dengan alokasi yang tidak dapat dikategorikan pada ketiga jenis reksa dana di atas.

Keempat jenis reksa dana di atas memiliki karakteristik keuntungan dan risiko yang berbeda, yang meningkat dengan urutan mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.


 

Dari beberapa penjelasan diatas, didapati pengertian mendasar dalam  berinvestasi pada Reksadana, setiap instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ada baiknya sebelumnya Anda baca TIPS KEUANGAN: Kenali 4 Instrumen Dasar Investasi.

Terdapat beberapa hal yang diperhatikan dalam berinvestasi, dan kami rangkum secara sederhana sebagai berikut:

 

Tujuan Investasi

Sebelum kita berinvestasi sangat penting diperhatikan apakah tujuan kita dalam berinvestasi, tujuan investasi terbagi menjadi tiga yaitu: tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, investai bertujuan menghimpun dana tunai atau dana darutat atau yang dana cepat bisa diuangkan untuk apabila situasi membutuhkan. Dana darurat dapat ditempatkan pada deposito bulanan ataupun reksa dana pasar uang yang memberikan likuiditas tinggi (mudah dicairkan).

 

Umumnya, besarnya dana darurat mencapai 6 kali pengeluaran bulanan Anda. Setelah dana darurat terpenuhi, pertimbangkan investasi jangka menengah di instrumen obligasi atau reksadana pendapatan tetap. Disini, pertimbangan faktor keamanan memegang peranan penting, dimana obligasi pemerintah (ORI) atau Sukuk Ritel dapat menjadi pilihan. Setelah semua tujuan tersebut terpenuhi, barulah kita berinvestasi untuk tujuan jangka panjang. Investasi langsung di saham atau reksadana saham, maupun investasi di properti dapat kita pertimbangkan.

 

Jangka Waktu Investasi

Investasi yang kita lakukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan yang kita inginkan, biasanya untuk investasi jangka pendek waktu yang dibutuhkan kurang dari 1 tahun, jangka menengah 1 – 5 tahun dan jangka panjang lebih dari 3 tahun. Dilihat dari kebutuhannya, investasi jangka pendek dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan yang sifatnya konsumtif seperti : beli mobil, membayar hutang atau liburan keluarga. Investasi jangka menengah untuk tujuan yang sifatnya jangka menengah, seperti beli rumah dsb. Sedangkan investasi jangka panjang tujuannya lebih untuk pengeluaran yang lebih besar dimasa mendatang seperti : Dana pensiun dan pendidikan anak.

 

Imbal Hasil Investasi Yang Diharapkan

Dalam investasi seorang investor perlu memahami terlebih dahulu karakteri  instrumen investasi, dalam hal ini ada hukum yang bersifat kekal bahwa semakin tinggi hasil investasi maka semakin tinggi resiko yang diterima (high risk-high return ; low risk-low return).
Tujuannya agar investor bijaksana dalam menyikapi risk & Return dari pilihan investasinya, Resiko melekat pada instrumen investasi yang kita pilih dan paralel dengan imbal hasil yang diterima. Tabungan/deposito lebih rendah resikonya karena dijamin oleh pemerintah (LPS), tetapi resikonya instrumen ini sangat peka terhadap inflasi dan hasilnyapun rendah.
Lebih jauh Jika kita investasi di reksa dana atau bahkan berinvestasi langsung di bursa saham atau valuta asing, maka kita akan memiliki eksposur terhadap risiko fluktuasi pasar yang rentan terhadap kebijakan pemerintah, perkembangan ekonomi dunia, walaupun kita memiliki potensi keuntungan yang besar jika perekonomian mulai membaik. Properti juga tidak selamanya aman; lihat saja krisis di AS saat ini, dan beberapa kejadian tertentu (atau bencana alam) yang dapat menghilangkan nilai aset tersebut.

Alokasi aset = Diversifikasi

Ada pameo dalam berinvestasi : jangan simpan semua telur Anda dalam satu keranjang! dengan kata lain jangan investasikan 100%dana Anda pada satu jenis instrumen lebih banyak instrumen investasi akan memperkecil resiko.

Monitoring Kinerja Investasi Secara Berkala

Re-balancing portofolio investasi anda disesuaikan dengan aset alokasi dan profil risiko masing-masing. sebaiknya dilakukan rutin setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dalam berinvestasi, yang susah adalah menjaga komitmen dan konsistensi. Komitmen untuk tetap berinvestasi dan tetap konsisten untuk terus berinvestasi.
Tapi itulah investasi, jika time horizon yang direncanakan adalah 5 – 10 tahun, maka seharusnya tidak perlu khawatir dengan fluktuasi pasar. Tidak ada kondisi yang buruk terus menerus, dan tidak mungkin juga iklim investasi yang selamanya baik. Dengan begini menabung untuk jangka panjang menjadi tidak make sense, karena nilai inflasi yang begitu tinggi. Belum lagi kebutuhan dana di masa datang yang cukup besar untuk pendidikan anak, pensiun, dll.

Penutup

Sebelum berinvestasi, Anda harus mempertimbangkan: produk, biaya, keuntungan dan terutama risikonya. Pertimbangkan produk investasi apa yang paling cocok untuk anda. Sedikit Tips Sebelum Anda Berinvestasi:
  • Mintalah nasihat kepada tenaga ahli di bidang investasi
  • Pahami risiko dan keunggulan dari produk investasi akan Anda beli
  • Periksa legalitas produk investasi dan institusi penerbit produk investasi sebelum anda berinvestasi
  • Pahami profil risiko dan latar belakang keuangan Anda sebelum berinvestasi
  • Terakhir, bacalah kontrak investasi dengan teliti, jika tidak mengerti mintalah nasehat dari tenaga ahli

MENGERTI DAN PAHAMILAH SEBELUM BERINVESTASI!


 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s