Tentang Postur APBN-P 2015

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 (APBN-P 2015)


 

Urgensi APBN-P 2015

Sebagaimana kita ketahui bersama telah dilaksanakan pembicaraan tingkat II atau sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Pemerintah membahas mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RUU APBNP) tahun 2015 atau disingkat APBN-P 2015 pada Jumat (13/02) lalu.

Sidang paripurna tersebut merupakan rapat pengambilan keputusan sebagai hasil akhir pembahasan yang sangat padat antara Pemerintah bersama DPR RI yang telah dilakukan sebelumnya.

Dalam pidatonya, yang bersumber dari laman Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan menggarisbawahi bahwa pengajuan RUU APBNP Tahun 2015 merupakan wujud dari itikad Pemerintah untuk mempercepat agenda pembangunan nasional sebagai penjabaran atas visi dan misi Pemerintahan baru.

Selain itu perkembangan realisasi indikator ekonomi makro 2014 yang berpengaruh terhadap APBN 2015 (antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, ICP, dan lifting migas) dan terakhir sebagai upaya meningkatkan efektifitas APBN sebagai instrumen pendorong pertumbuhan dan percepatan pencapaian tujuan pembangunan, serta upaya untuk meningkatkan efisiensi APBN.

Adapun asumsi dasar ekonomi makro dalam APBN-P 2015 yang telah disepakati DPR dan Pemerintah, sebagai berikut:
  1. Pertumbuhan ekonomi (%, yoy) 5,7
  2. Inflasi (%, yoy) 5,0
  3. Tingkat bunga SPN 3 bulan (%) 6,2
  4. Nilai tukar (Rp/US$) 12.500
  5. Harga Minyak Mentah Indonesia (US$/barel) 60
  6. Lifting Minyak (ribu barel per hari) 825
  7. Lifting Gas (ribu barel setara minyak per hari) 1.221
Pertumbuhan Ekonomi APBN-P 2015

Asumsi Makro Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 – 2015. Sumber: Kementerian Keuangan

Perlu diketahui, bahwa untuk pertama kalinya, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat untuk memasukkan target pembangunan yang lebih terukur dalam APBN-P 2015. Target tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat kemiskinan dipatok pada angka 10,3 persen;
  2. Tingkat pengangguran ditargetkan sebesar 5,6 persen;
  3. Rasio ketimpangan pendapatan (Gini ratio) ditargetkan turun menjadi 0,40, dari yang saat ini sebesar 0,41;
  4. Indeks Pembangunan Manusia sebesar 69,4.


Postur APBN-P 2015

Berdasarkan asumsi dasar ekonomi makro tersebut, telah disepakati postur APBN-P 2015 antara Pemerintah dan DPR sebagai berikut:

  • Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp1.761,6 triliun, atau lebih rendah Rp7,3 triliun dari usulan Pemerintah dalam RAPBN-P 2015;
  • Belanja Negara sebesar Rp1.984,1 triliun, lebih rendah Rp10,7 triliun dari usulan Pemerintah dalam RAPBN-P 2015; yang terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.319,5 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp664,6 triliun;
  • Defisit APBNP 2015 sebesar Rp222,5 triliun atau sekitar 1,90% terhadap PDB, sesuai poin persentase yang diusulkan dalam RAPBN-P 2015.

Asumsi dasar ekonomi makro beserta besaran target pendapatan negara yang telah disepakati tersebut menuntut extra effort dari segenap jajaran pemerintah untuk mengawal dan mencapainya. Dan peran kita bersama sebagai Warga Negara Indonesia adalah untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaanya.

Beberapa kebijakan fiskal yang akan ditempuh oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), diantaranya adalah realokasi belanja kurang produktif kepada program-program yang lebih produktif, dan dukungan kepada BUMN dalam pembangunan infrastruktur, dan defisit anggaran yang tetap terjaga pada level yang sehat.

Postur APBN-P 2015

Postur APBN-P 2015. Sumber: Kementerian Keuangan

 


Pembiayaan APBN-P 2015

Dari sisi pembiayaan, target defisit anggaran dalam APBN-P 2015 ditetapkan sebesar Rp222,5 triliun, atau setara 1,90 persen terhadap Produk Domestik Brutto (PDB). Target Defisit tersebut berarti mengalami penurunan Rp23,4 triliun dari APBN 2015, atau turun 0,31 poin dari defisit APBN 2015 yang telah ditetapkan sebesar 2,21 persen.

Apabila dibandingkan dengan RAPBN-P tahun 2015, poin persentase defisit tidak mengalami perubahan, namun secara nominal turun Rp3,4 triliun dari RAPBNP tahun 2015 dengan menggunakan perhitungan PDB nominal baru, berdasarkan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2014.

 

pendapatan negara APBN-P 2015
Pendapatan Negara APBN-P 2015. Sumber: Kementerian Keuangan

Pendapatan Negara APBN-P 2015

Dari sisi pendapatan negara, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam pencapaian target perpajakan yang semakin meningkat. Antara lain reformasi organisasi dan pemberian “vitamin” dan punishment kepada petugas pajak, sehingga dapat menjadi dorongan dan insentif dalam mengejar target yang telah ditetapkan.

Pemerintah meyakini bahwa hal tersebut sangat penting, mengingat penerimaan perpajakan menjadi backbone utama dari penerimaan negara. Sebagai informasi dalam APBN-P 2015 2015, penerimaan perpajakan memiliki porsi 84,5 persen dari total pendapatan negara dan hibah.

 

postur pendapatan negara APBN-P 2015

Postur Pendapatan Negara APBN-P 2015. Sumber: Kementerian Keuangan

Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam APBN-P 2015 ditargetkan sebesar Rp269,1 triliun, mengalami penurunan Rp141,3 triliun dari APBN 2015. Hal ini disebabkan turunnya penerimaan di sektor minyak dan gas bumi, sebagai akibat rendahnya harga minyak dunia baru-baru ini. Di sisi lain, penerimaan pertambangan mineral dan batubara ditargetkan meningkat Rp11,5 triliun dari APBN 2015, atau naik Rp1,2 triliun dari RAPBNP tahun 2015 yang diusulkan Pemerintah.

 


 

Belanja Negara

Dalam APBN-P 2015, alokasi belanja infrastruktur telah melampaui alokasi belanja subsidi energi. Beberapa kebijakan Pemerintah dalam belanja negara APBN-P tahun 2015, antara lain:

  • Realokasi anggaran kurang produktif  (subsidi BBM, belanja perjalanan dinas, rapat dan konsinyering) kepada sektor-sektor yang lebih produktif seperti dukungan sektor pendorong pertumbuhan (pangan, energi, maritim, pariwisata, dan industri), pemenuhan kewajiban dasar (pendidikan, kesehatan, dan perumahan), pengurangan kesenjangan antar kelas pendapatan masyarakat dan antar wilayah, serta pembangunan infrastruktur konektifitas;
  • Mengakomodir perubahan nomenklatur kementerian negara/lembaga sesuai struktur Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Jokowi dalam mencapai visi dan misi-nya;
  • Peningkatan alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa dalam mendorong percepatan pembangunan nasional, sejalan dengan konsep membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Perlu diketahui dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa mengalami peningkatan menjadi Rp664,6 triliun atau meningkat Rp17,6 triliun dari APBN 2015;
  • Dukungan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas BUMN sebagai agent of development sekaligus mempercepat pembangunan bidang infrastruktur serta bidang prioritas pemerintah lainnya.
Belanja Negara APBN-P 2015

Belanja Negara APBN-P 2015. Sumber: Kementerian Keuangan

 


Penutup

Pemerintah dan DPR telah melakukan tugasnya dalam menyusun APBN-P 2015 yang prudent dan antisipatif terhadap kebijakan fiskal ke depan, Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan optimisme masyarakat akan kinerja perekonomian nasional yang lebih baik.

Tentu saja penganggaran belanja Negara tersebut harus diikuti dengan implementasi, dan pelaksanaan anggaran yang lebih baik lagi daripada tahun sebelumnya. Pelaksanaan belanja negara yang tepat waktu, tepat sasaran, dan dengan tetap menjaga akuntabilitas dan governance dalam pencairan dan pertanggung jawabannya menjadi kunci dalam mencapai target yang telah ditetapkan untuk pertama kalinya dalam APBN.

Mari kita kawal pelaksanannya, jadilah masyarakat yang kritis dengan memahaminya terlebih dahulu. Ataukah Anda memilih untuk skeptis?, memilih untuk jadi golput dan tidak lagi percaya terhadapa apa-apa yang dibuat pejabat publik dan pemerintah?.

Sebenarnya bisa jadi hal ini bersumber pada kurangnya pengetahuan serta pemahaman kita sendiri. Mari kita pahami dan kawal pelaksanaanya, mulai dari diri sendiri, kemudian bersama, kita wujudkan Indonesia yang lebih baik.

Si Tukang Tidur Main Adsense 728x90

 

Baca Juga:


Salam Redaksi APBNNews.com | #KawalAPBN Kawal Pembangunan

7 thoughts on “Tentang Postur APBN-P 2015

  1. Ping-balik: Berapa Gaji Guru pada APBN-P 2015

  2. Ping-balik: Berapa Anggaran Pendidikan APBN-P 2015 | APBN News

  3. Ping-balik: Infografis APBN-P 2015 - APBNNews.com

  4. Ping-balik: Wacana Gaji PNS 2015 | APBN News

  5. Ping-balik: Mengenal APBN | APBN News

  6. Ping-balik: Ini Dia Rincian Dana Desa Per Kabupaten/Kota - APBNNews.com

  7. Ping-balik: Dana Desa Cair pada Minggu Kedua April - APBNNews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s