Berapa Anggaran Pendidikan Pada APBN-P 2015

Berapa besar alokasi Anggaran Pendidikan APBN-P 2015?

Jumat lalu (13/02) telah digelar salah satu peristiwa bersejarah di negeri ini, yaitu Rapat Paripurna antara pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menentukan RUU tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 27 tahun 2014 tentang APBN 2015. Sebagai informasi APBN 2015 yang ditetapkan dengan UU Nomor 27 Tahun 2014 tersebut bersifat baseline. Dikatakan baseline karena disusun pada masa pemerintahan lama (Kabinet Indonesia Bersatu II) untuk dilaksanakan oleh pemerintahan baru (Kabinet Kerja).

Yang dimaksud baseline budget berarti alokasi anggaran yang dipersiapkan hanya memperhitungkan kebutuhan pokok penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat sehingga menyediakan ruang gerak atau fiscal space bagi program/kegiatan pemerintahan baru. Sebagaimana diketahui pemerintahan baru pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyusun Kabinet Kerja dan memiliki sasaran prioritas program pembangunan, yang dikenal dengan istilah Trisakti dan Nawacita.


 

Trisakti dan Nawacita

Trisakti merupakan visi Presiden Jokowi yang meliputi: (1) berdaulat secara politik; (2) mandiri dalam ekonomi; dan (3) berkepribadian dalam budaya. Sementara itu, Nawacita merupakan agenda prioritas dalam mewujudkan visi Presiden. Sembilan agenda prioritas Nawacita adalah sebagai berikut:

  1. Melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
  2. Membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
  3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.
  4. Melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
  5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
  6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.
  7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
  8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
  9. Memperteguh Ke-Bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

 

Anggaran Fungsi Pendidikan

Sebagaimana kita ketahui bersama amanat Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen ke-4 yang berbunyi “Negara Memprioritaskan Anggaran Pendidikan Yang Sekurang-kurangnya Dua Puluh Persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Untuk Memenuhi Kebutuhan Penyelenggaraan Pendidikan Nasional.”

Sambil menunggu ditetapkannya UU tentang perubahan APBN tahun 2015 atau disebut juga APBN-P 2015, bersumber dari pemberitaan salah satu media online, alokasi anggaran pendidikan ditetapkan dalam Rapat Paripurna pada Jumat lalu (13/02) mencapai Rp408,5 triliun atau 20,59 persen dari total belanja negara, yang dianggarkan melalui belanja Pemerintah Pusat Rp154,3 triliun serta yang melalui Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, sebesar Rp254,1 triliun.

Hal ini meningkat dari perencanaan yang diusulkan dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2015 yaitu alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar 20,39 persen dari Belanja Negara pada RAPBN-P 2015 dengan nominal Rp406.704,0 miliar. Akun twitter anonim @wikiDPR juga mengamini kesepakatan paripurna tersebut dan menyebutkan anggaran pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada APBN-P 2015 sebesar Rp 52,07 triliun.

Anggaran Pendidikan APBN-P 2015. Sumber: @WikiDPR

 

Alokasi anggaran belanja pemerintah pusat pada fungsi pendidikan dalam RAPBN-P 2015 diperkirakan sebesar Rp153.839,2 miliar sehingga mengalami kenaikan sekitar 0,5 triliun pada APBN-P 2015. Kenaikan tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan alokasi dalam APBN 2015 yaitu Rp146.392,8 miliar.
Menurut Nota Keuangan RAPBN-P 2015, meningkatnya alokasi anggaran pada fungsi pendidikan, sebagai upaya pemenuhan kewajiban dasar yang harus disediakan Pemerintah, yaitu pemenuhan akan hak warga negara untuk mendapatkan akses pendidikan melalui perluasan cakupan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan menambah 10,5 juta siswa yang dilaksanakan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.

dana pendidikan rapbnp 2015

Tabel Dana Pendidikan 2014-2015. Sumber: Nota Keuangan dan RAPBN-P 2015

Perlu diketahui alokasi anggaran pada fungsi pendidikan memiliki sasaran yang diharapkan, yaitu: (1) meningkatnya taraf pendidikan penduduk; (2) meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas; (3) meningkatnya angka melek aksara penduduk pada kelompok usia 15 tahun ke atas; (4) meningkatnya angka partisipasi murni (APM) SD/MI dan APM SMP/MTs; (5) meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) SMA/SMK/MA/Paket C dan APK PT (usia 19-23 tahun); (6) meningkatnya kualitas dan relevansi pendidikan; dan (7) meningkatnya kualifikasi dan kompetensi guru, dosen, dan tenaga kependidikan.

Sementara Anggaran Pendidikan Melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang direncanakan pada RAPBN-P 2015 sebesar Rp254.252,3 miliar mengalami penurunan karena ditetapkan sebesar Rp 254.180,9 miliar pada APBN-P 2015. Hal ini sudah terprediksi dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2015 dimana penurunan tersebut disebabkan oleh adanya penyesuaian anggaran pendidikan yang diperkirakan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) pendidikan akibat lebih rendahnya penerimaan dari SDA migas.


 

 

Berapa Gaji Guru Pada APBN-P 2015?

anggaran pendidikan

Foto ilustrasi. Sumber: http://www.bkn.go.id

Sejauh ini redaksi belum mendapati sumber lain yang lebih valid dan rinci terkait penghasilan Guru baik pusat maupun didaerah pada APBN-P 2015, paling tidak penjelasan berikut dapat memberikan gambaran awal. Berdasarkan sumber yang disebutkan diatas, tunjangan profesi Guru PNS muncul pada alokasi Pendidikan melalui Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, dalam komponen ‘Dana Transfer Lainnya’ yang sebesar sekitar Rp 104,1 triliun pada APBN-P 2015 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah sebesar Rp70.252.670.000.000,00 (tujuh puluh triliun dua ratus lima puluh dua miliar enam ratus tujuh puluh juta rupiah);
  2. Dana Tambahan Penghasilan Guru PNS Daerah sebesar Rp1.096.000.000.000,00 (satu triliun sembilan puluh enam miliar rupiah);
  3. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp31.298.300.000.000,00 (tiga puluh satu triliun dua ratus sembilan puluh delapan miliar tiga ratus
juta rupiah);
  4. Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp1.664.510.000.000,00 (satu triliun enam ratus enam puluh empat miliar lima ratus sepuluh juta
rupiah); dan
  5. Dana Proyek Pemerintah Daerah dan Desentralisasi (P2D2) sebesar Rp99.580.000.000,00 (sembilan puluh sembilan miliar lima ratus delapan puluh juta rupiah).

Dana yang akan dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat ini, setalah dikonfirmasi pada Nota Keuangan RAPBN-P 2015 tidak mengalami perubahan pada APBN-P 2015 atau masih tetap sama pada saat perencanaannya. Untuk ketentuan dalam pelaksanannya akan diterbitkan Peraturan Presiden terkait segera setelah UU APBN-P 2015 ditetapkan.

Tentunya, pemerintah dalam hal ini mempunyai alasan kuat dalam menyusun skema dana pendidikan APBN-P 2015 dan target serta sasaran apa saja yang akan dicapai. Kami ulangi, sesuai dengan amanat UUD 45 anggaran pendidikan pada APBN-P 2015 20,59 persen bila dibandingkan dengan belanja negara dimana sebelumnya diprediksi pada RAPBN-P 2015 sebesar 20,39 persen dari Belanja Negara dengan nominal Rp408,5 triliun.

Dengan angka sebesar itu apakah cukup untuk mencukupi kebutuhan pendidikan Dasar Warga Negara Indonesia sesuai amanat UU 1945? terutama mereka yang ada di daerah?bagaimana kah penyalurannya dan pelaksanaanya? Pertanyaan ini tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi merupakan kewajiban kita bersama untuk mengawal dana pendidikan. Mari kita kawal bersama!


Baca Juga:

Si Tukang Tidur Main Adsense 728x90


Salam Redaksi APBNNews.com |  #KawalAPBN Kawal Pembangunan

3 thoughts on “Berapa Anggaran Pendidikan Pada APBN-P 2015

  1. Ping-balik: Berapa Besaran Gaji Guru pada APBN-P 2015? - APBNNews.com

  2. Ping-balik: Tentang Postur APBN-P 2015 - APBNNews.com

  3. Ping-balik: Wacana Gaji PNS 2015 | APBN News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s