Penyempurnaan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

ekonomi pusat dan daerah

Foto ilustrasi – APBNNews.com

Dalam hubungan keuangan pusat dan daerah, APBN memiliki peran yang besar dalam mendukung penyelenggaraan ekonomi di daerah agar urusan yang didelegasikan kepada daerah dapat terlaksana dengan baik. Konsepsi pendanaan dalam pengaturan hubungan keuangan pusat dan daerah menganut prinsip money follow function, yaitu pendanaan mengikuti fungsi pemerintahan sesuai urusan dan tanggung jawab masing-masing tingkat pemerintahan.

Melalui kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, semua urusan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang sebelumnya ditangani Pemerintah Pusat sebagian besar telah didelegasikan kepada Pemerintah Daerah sebagaimana terakhir kali dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Sebagai tindaklanjut, berdasarkan UU 33 Tahun 2004 telah diatur sumber-sumber keuangan bagi pemerintah daerah, yang mencakup pemberian kewenangan untuk memungut pajak dan retribusi, Dana Perimbangan (Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil) dan sumber pendapatan lainnya, yaitu Hibah dan Pinjaman, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemerintah daerah untuk mendanai kegiatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Pada Nota Keuangan RAPBN-P 2015, kebijakan-kebijakan yang ditempuh dalam hubungan keuangan pusat dan daerah, pada dasarnya tetap mengacu pada APBN tahun 2015 dengan beberapa penyesuaian untuk mengakomodasi perkembangan asumsi dasar ekonomi makro dan menyelaraskan dengan visi, misi, dan prioritas pembangunan Kabinet Kerja.

Selain itu, dalam rangka memenuhi amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, akan dialokasikan tambahan Dana Desa dalam RAPBN Perubahan tahun 2015 untuk mendukung pelaksanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam konteks pendanaan, APBN memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung penyelenggaraan urusan di daerah, dalam RAPBN-P 2015 mencapai Rp664,1 triliun atau setara dengan sepertiga dari total belanja APBN. Perkembangan transfer ke daerah terus menunjukkan tren yang meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan APBN.

Selain dana transfer ke daerah sebagai konsekuensi logis atas pelimpahan sebagian kewenangan kepada daerah, sumber pendapatan daerah juga berasal dari pajak dan retribusi daerah. Pajak dan retribusi daerah ini dapat mencerminkan kemandirian daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah.

Meskipun otonomi daerah dan desentralisasi fiskal secara umum telah membawa berbagai perubahan positif, seperti perbaikan jumlah layanan publik pada daerah-daerah yang sebelumnya masih jauh tertinggal, perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat di daerah, dan sebagainya, namun implementasi desentralisasi fiskal masih mempunyai beberapa kelemahan.

Pertama, masih adanya daerah yang terlambat dalam menetapkan APBD. Hal ini tentunya menjadi penyebab penyerapan APBD yang tidak optimal, terganggunya pelayanan kepada masyarakat, dan posisi SiLPA yang meningkat.

Kedua, proporsi belanja daerah pada tahun 2014 masih didominasi oleh belanja pegawai yang jumlahnya sekitar 30% an dari total APBD. Di sisi lain, belanja modal sebagai bentuk investasi pemerintah daerah untuk pelayanan publik jumlahnya masih relatif rendah, hanya berkisar 25% dari total APBD.

Ketiga, penyerapan belanja juga masih menjadi masalah yang krusial bagi daerah, khususnya belanja modal. Akibat dari kurang optimalnya penyerapan belanja daerah menyebabkan dana idle yang tersimpan di perbankan semakin besar.

Mungkin solusi untuk memperbaiki ketiga masalah diatas, adalah dibutuhkan pembaharuan kebijakan yang akan memperbaiki hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Selain itu, dalam penyempurnaan kebijakan desentralisasi fiskal tentunya perlu dilakukan secara hati-hati agar lebih berkualitas serta dapat mengakomodir kepentingan berbagai pihak terkait.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s