Tips dan Persiapan Prewedding

Masih tentang fotografi prewedding, saya terkesan dengan blog yang menuliskan dengan detail, mengenai persiapan prewedding bagi calon pengantin. Bagi saya yang sudah beberapa kali mendapatkan klien untuk foto prewedding, tulisan dari Aygita Febiane memberikan gambaran dengan rinci, dengan bahasa yang praktis dan mudah dipahami. Mungkin bermanfaat apabila direblog di Fotopreneur. so, berikut tips persiapan prewedding dari Aygita Febiane , cheers 🙂

prewedding murah

courtesy of Aku&Dia Photography

Melengkapi share pengalamanku tentang foto prewedding, sebetulnya udah lama aku pengen menulis soal persiapan seputar foto prewedding. Tapi apa dikata baru kesampean hari ini…

Prewedding sih emang sebagian kecil aja dari keseluruhan urusan pernikahan yang harus dipersiapkan, tapi tetap aja jadi bagian yang penting banget *setidaknya bagiku*. Kenapa aku beranggapan demikian? Karena foto, itu yang bakal kita lihat seumur hidup kita. Yang bakal dilihat terus kalo lagi kangen masa-masa menjelang tutup pacaran, yang bakal terus tersimpan dan mungkin juga bakal dipamerin ke anak cucu nanti. Karena *lagi-lagi setidaknya bagiku* foto prewedding adalah bagian yang penting, maka aku juga nggak mau main-main asal pilih aja untuk yang satu ini. Berikut beberapa hal yang menurut pengalamanku, perlu dilakukan dari awal rencana sesi foto prewedding ada, sampai hari H pemotretan dilakukan… *jangan lupa sertakan juga pasangan Anda dalam setiap step dibawah ini*.

Hunting fotografer. Sejak beberapa bulan sebelumnya, mulailah iseng-iseng ngeliatin portofolio foto-foto prewedding dari beberapa banyak fotografer. Carilah fotografer yang sealiran dan Anda suka dengan gaya editingnya. Faktor sealiran, bagiku penting. Mengapa? Karena selera tiap orang berbeda, dan keahlian setiap fotografer juga berbeda. Ada fotografer yang ahli untuk menghasilkan foto-foto dengan tema glamour, ada juga yang lebih bisa main-main dengan tema casual, ada juga yang lebih bisa menghasilkan foto-foto aneh nggak umum. Sangat tidak disarankan untuk melihat hasil foto-foto dari seorang fotografer hanya dari kumpulan foto-foto dari banyak clientnya. Akan lebih baik jika Anda bisa melihat satu album utuh milik satu client. Dari situ, kita bisa tau tuh fotografer kalo motret monoton ato nggak, angle-angle nya memang bagus-bagus ato cuma kebetulan aja, dan lebih terlihat jenis alirannya.

Tentukan budget yang Anda persiapkan untuk foto prewedding, kecuali memang jika budget Anda unlimited *wew…*. Tanyakan harga yang dipatok oleh masing-masing fotografer yang Anda sukai. Nggak selamanya juga fotografer dengan hasil bagus itu harga jualnya mahal. Dan nggak selamanya juga fotografer dengan hasil yang biasa-biasa aja nggak pasang tarif selangit. Jangan lupa tanyakan juga, fasilitas apa aja yang bisa kita dapat dengan harga yang mereka ajukan. Nggak selamanya harga tinggi = mahal dan harga rendah = murah. Kalo harga mahal sedikit tapi fasilitasnya jauh lebih baik daripada yang murah sedikit, why not? Satu lagi, jangan lupa siapkan budget juga untuk entrance fee dan wardrobe atau perlengkapan yang mungkin Anda butuhkan tapi tidak disediakan fotografer. Untuk entrance fee, ada beberapa tempat yang menarik tarif masuk lebih mahal dari biasanya untuk sesi foto prewedding.

Buat detail perjanjian. Saat deal dengan fotografer, pastikan untuk mendapatkan detail dari semua perjanjian yang sudah dibuat. Mulai dari harga yang telah disepakati, aturan pembayarannya, tanggal pemotretan, durasi, fasilitas yang didapat, waktu yang diminta oleh fotografer untuk menyerahkan file mentah dan untuk menyelesaikan proses editing foto sampai menyerahkan album akhirnya. Jangan lupa tanyakan juga tentang additional fee untuk menambah foto atau menambah lembar album, siapa tahu hasil fotonya bagus semua dan Anda ingin meng-album-kan-nya semua. Sangat tidak disarankan juga untuk membuat perjanjian untuk melunasi semua pembayaran sebelum hasil akhir ada di tangan Anda. Salah seorang teman dekat saya masih belum mendapatkan hasil fotonya hingga setahun setelah sesi foto dilakukan, dan dia tidak bisa apa-apa karena pembayaran telah dilunasi.

Tentukan tema foto yang Anda inginkan. Konsultasikanlah dengan fotografer, foto seperti apa yang Anda inginkan, foto seperti apa yang Anda suka dan yang Anda tidak sukai. Dengan banyak berkomunikasi dengan fotografer, fotografer akan makin memahami karakteristik Anda sehingga fotografer akan lebih memahami kemauan Anda. Sekaligus akan terbentuk relasi yang lebih baik antara Anda dan fotografer, sehingga rasa canggung akan semakin berkurang. Jika sudah demikian, sesi foto nanti pasti akan jauh lebih menyenangkan. Itu membuat mood Anda baik, dan mood sangat penting dijaga saat sesi foto karena itu akan mempengaruhi ekspresi yang akan ditangkap kamera.

Tentukan lokasi pemotretan. Setelah tema ditentukan, selanjutnya adalah menentukan lokasi foto. Carilah informasi juga berapa harga entrance fee untuk foto prewedding di lokasi yang Anda inginkan dan mengurus ijinnya harus H-1 atau boleh langsung pada hari H. Konsultasikan juga hal ini dengan fotografer Anda, karena biasanya fotografer juga sudah tahu entrance fee dari tempat-tempat yang umum dipakai, pengurusan ijinnya, juga spot-spot yang menarik di lokasi tersebut. Ada baiknya juga jika fotografer bisa memberikan referensi tempat-tempat yang menarik. Dan jika Anda memiliki special location request, pastikan fotografer Anda tahu lokasi tersebut sebelum hari H, jadi fotografer bisa mendapat bayangan harus bagaimana di tempat itu.

Tentukan wardrobe dan properti yang akan dipakai. Kelihatannya memang sepele, tapi ini tetap harus dipersiapkan sejak awal. Wardrobe tidak hanya baju atau kostum, tapi juga sepatu, jaket, jas, syal, topi, selendang dan lain-lain jika diperlukan. Dan ini tidak hanya berlaku untuk model cewek, tapi juga harus disesuaikan dengan yang akan dipakai oleh model cowok. Pastikan dengan detail, di lokasi A, wardrobe yang dipakai oleh pihak cowok adalah A, B, C. Saat pakai kostum A, asesoris yang dipakai adalah D, E, F, dan seterusnya. Tentu saja hal ini harus dikonsultasikan juga dengan fotografer. Jangan lupa mencatat semua padu-padan lokasi-wardrobe-asesoris yang telah dibuat. Itu akan sangat memudahkan Anda untuk menyiapkan semuanya sebelum hari H dan memudahkan juga di hari H saat akan berganti kostum.

Buat rundown acara. Nggak cuma hari H wedding aja yang butuh rundown. Alangkah baiknya jika kita bisa membuat rundown untuk proses prewedding juga. Pastikan mulai bangun pagi jam berapa, ke salon jam berapa, estimasi selesai di salon, waktu yang dibutuhkan untuk pemotretan di setiap lokasi, termasuk untuk ganti baju dan perlengkapannya. Jangan lupa juga perhitungkan waktu perjalanan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain *plus kemungkinan macetnya*. Juga sisihkan waktu untuk makan. Sekaligus catat snack dan minuman untuk dibawa pada hari H. Anda sungguh akan membutuhkannya.

Setelah semua persiapan selesai dilakukan, hal yang terakhir perlu dilakukan adalah menjaga kesehatan menjelang hari H pemotretan. Kelihatannya sepele, hanya pemotretan. Tapi percayalah, proses foto prewedding sangat menyita tenaga Anda. Jadi, pastikan makan sehat dan teratur plus minum multivitamin sejak 1-2 minggu menjelang hari H sesi foto dilakukan. Terakhir, tentu saja jangan lupa berdoa pada Yang Maha Kuasa, agar semua rencana dilancarkan dan diberi cuaca yang mendukung *yang satu ini kan nggak mungkin bergantung pada kekuatan kita*

Semoga artikel ini berguna bagi Anda para readers yang sedang atau akan mempersiapkan pernikahan Anda, terutama yang akan mempersiapkan diri untuk sesi foto prewedding…

Have a nice day…

sumber: Aygita Febiane

One thought on “Tips dan Persiapan Prewedding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s