Pentingnya Media Sosial Untuk Usaha Fotografi

Sosial media memiliki peran  dalam keberhasilan bisnis fotografi Anda. Tidak masalah jika bisnis Anda kecil atau besar adalah online atau offline, media sosial memiliki keuntungan besar bagi setiap bisnis. Sesuai namanya, Sosial Media adalah nama yang diberikan untuk teknologi berbasis web dan mobile yang digunakan untuk mengaktifkan komunikasi, yang mungkin lebih sering Anda sebut sebagai ‘dialog interaktif’. Dialog Interaktif yang terjadi dapat antara organisasi, masyarakat dan bahkan individu. Internet memungkinkan jutaan orang untuk berhubungan satu sama lain, dan tentunya orang yang memiliki bisnis menggunakan internet untuk mempromosikan bisnis mereka dengan orang di seluruh dunia dengan menggunakan aplikasi berbasis web. Di masa sekarang, strategi iklan tradisional tidak cukup. Orang ingin dapat terhubung langsung dengan bisnis yang layanan yang mereka inginkan, menyeleksi langsung layanan mana yang tepat dengan kehendak mereka.

Berikut, fotopreneur akan menyajikan beberapa peran media sosial yang relevan dalam membangun bisnis fotografi.

sumber: http://www.dedesuryadi.com/

Media sosial adalah tool penting saat ini. Penetrasi penggunaan Internet di Indonesia setiap tahun meningkat. Tahun ini diperkirakan mencapai 60 juta pengguna dan di tahun 2015 akan ada 100 juta. Jumlah tersebut didominasi pengguna mobile Internet. Dari angka total tersebut, 45 juta adalah pengguna Facebook. Suatu lembaga riset menyatakan, 87% pengguna berusia 14 tahun ke atas. Itu artinya, kalau pemegang merek ingin membangun merek dan kepentingan bisnis lainnya, tetapi tidak masuk ke FB, itu pemikiran yang salah.

Pengguna Twitter di Indonesia saat ini sekitar 8 juta orang. Indonesia menyumbangkan 15% pengguna Twitter dunia. Makanya, tak mengherankan, setiap ada kejadian apa pun, obrolan Twitter Indonesia selalu menjadi trending topic. Ini artinya, ada sebuah media yang begitu potensial untuk dimanfaatkan bagi pemegang merek.

Jadi, banyak hal yang bisa dimanfaatkan via media sosial, mulai dari branding, kegiatan komunikasi pemasaran, hingga hubungan masyarakat (PR). Dalam branding, umpamanya, jika terjadi akumulasi komentar positif dari pengguna merek tertentu, hal itu selain dapat meningkatkan awareness dan ekuitas merek, besar kemungkinan juga ikut meningkatkan penjualan.

Tentu saja, peran pentingnya tidak bisa dilepas begitu saja dari tool pemasaran yang lain. Berbagai tool itu saling terintegrasi. Kalau sebuah merek/produk mau diluncurkan, media sosial digunakan untuk menyebar informasi yang sifatnya membuat teman atau pengikutnya menjadi penasaran. Dengan begitu, nama merek itu akan terdongkrak dan banyak dicari/ditunggu orang.

Walaupun terintegrasi, efektivitas pemanfaatan media sosial tetap tergantung pada pemilik merek. Media sosial bukan sekadar tool yang terkait dengan perantinya, seperti punya akun Facebook, Twitter, dsb.

Pertama-tama, pemilik merek harus mengubah pola pikir pemasarannya yang selama ini bergerak vertikal menjadi horisontal. Media sosial menstimulasi komunikasi dua arah. Karena bersifat user generated, involvement dan participations, efektivitasnya tergantung pada kesiapan perusahaan/merek untuk menyediakan infrastrukturnya dan pola kerja yang berbeda dengan sebelumnya.

Banyak Yang belum Beradaptasi    

Saat ini masih banyak perusahaan yang belum siap beradaptasi di era media sosial. Risikonya jelas, bahwa bisnis harus tetap relevan dengan konsumen dan stakeholder-nya.

Dengan memasuki media sosial, para pelaku bisnis akan membaca arah konsumennya, dan mengetahui apa yang mereka inginkan. Mengingat terus bertambahnya pengguna media sosial saat ini, jelas media seperti ini begitu penting perannya bagi bisnis tersebut. Dengan begitu, bisnis tersebut dapat memonitor apa yang sedang nge-tren serta dibicarakan konsumen. Selain itu, media sosial juga bisa digunakan untuk membantu pemasaran, meningkatkan awareness produk atau jasa, mengembangkan produk, ataupun merekrut SDM. Salah satunya lewat media sosial Linkedin.

Lalu, bagaimana kiat memanfaatkan media sosial agar bisnis bisa sukses? Ada empat hal yang perlu dicermati dalam menggunakan media sosial.

Pertama, pengetahuan dan tujuan pembuatan akun media sosial. Jika belum memiliki konsep dan tujuan yang jelas, biasanya kurang berhasil mencapai target.

Kedua, pemegang merek harus merancang strategi pemasaran yang hendak dilakukan di jejaring sosial. Facebook adalah platform untuk audiens/fan. Sementara website adalah platform buat merek itu sendiri.

Ketiga, mengetahui insight konsumen/fan. Jika produknya minuman bersoda, pengelola (admin) harus tahu bagaimana meramu dan mendekatkan diri dengan fan-nya. Customer insight bisa dilihat dari segi usia fan, kebiasaannya di media sosial, demografi, apa yang disukai dan tidak, serta masih banyak lagi.

Keempat, memiliki strategi jangka panjang dengan penerapan komunikasi pemasaran yang baik dan efektif.

Intinya, jejaring sosial adalah salah satu tool komunikasi pemasaran. Jejaring sosial harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam setiap kegiatan, penyampaian pesan, atau kepentingan apa pun. Branding yang sukses adalah mengolaborasikan marketing tools konvensional dengan marketing tools yang modern seperti jejaring sosial.

Yang terpenting dalam mengelola media sosial untuk bisnis adalah pemilihan tema atau isu. Yang relevan saja, dan biasanya yang susah dilakukan brand adalah membuat konten yang seimbang, karena kalau terlalu banyak porsi brand-nya, nanti orang tidak mau baca.

Artinya, dalam media sosial disarankan agar merek tidak melakukan hard selling. Pesannya harus dibuat sehalus mungkin agar tidak terkesan seperti jualan langsung. Diperlukan better conversation di media sosial, yaitu the art of selling without selling.

Pantau Komunikasi

Dengan semakin diandalkannya media sosial sebagai salah satu sarana dalam berbagai macam aktivitas, termasuk urusan bisnis, percakapan di media sosial pun meningkat. Hal tersebut akan berpengaruh pada munculnya ledakan informasi akibat dari percakapan-percakapan tersebut.

Untuk itu, diperlukan suatu cara yang dapat dapat memantau percakapan di media sosial, agar nantinya tidak memunculkan kebingungan dalam mencari apa yang sedang dipercakapkan orang di dunia maya, termasuk di media sosial.

Ada beberapa langkah untuk memantau percakapan di media sosial. Bisa dilakukan secara manual, tetapi bisa juga dengan menggunakan beberapa tool. Saat ini ada produk dari luar negeri yang mampu memantau percakapan. Sebut saja, radian6.

Eva Arisuci Rudjito, Direktur Pembangunan Merek Skin & Cleansing PT Unilever Indonesia Tbk., mengatakan bahwa merek harus selalu mengikuti dan cepat tanggap terhadap pembicaraan yang sedang terjadi yang menyangkut mereknya. “Makanya, kami harus tetap fokus dan konsisten terhadap key message kami,” katanya.

Yang pasti, key message yang disampaikan di semua kanal media sosial harus konsisten serta relevan untuk kehidupan target pasarnya. Pasalnya, di medium ini, komunikasi berjalan dua arah, konsumen punya power bagaimana mereka menyikapi key message yang disampaikan Unilever.

Faktor penting lainnya, pihaknya harus menjadi brand with a point of view, tidak hanya menjual produk, tetapi punya stand point. “Contohnya, Magnum stands for pleasure atau Lifebuoy for protection against germs,” ucap Eva mencontohkan.

Ditambahkan Hardianto Atmadja, VP Commercials PT Garudafood , bahwa tema pembicaraan dalam media sosial yang dibentuk harus mencerminkan target pasar sehingga menarik minat follower karena follower tidak bisa dibeli. “Oleh karena itu, jangan membeli follower karena hasilnya pasti tidak memuaskan dan penuh rekayasa,” ia menegaskan.

Menurut Hardianto, jika ingin membentuk media sosial, terlebih dulu harus mempunyai tema yang bagus, konten yang sesuai dengan target pasar , serta admin yang mempunyai kemampuan mengelola media sosial dengan baik. Apa yang diungkap Hardianto bukanlah isapan jepol. Pasalnya, saat ini marak jual-beli akun dan follower berharga selangit untuk mendongkrak popularitas sebuah merek atau perorangan yang ingin membangun personal branding.

Manajemen Reputasi

Satu hal, yang saya lihat khususnya setiap komentar negatif tentang setiap bisnis online adalah lebih berbahaya dari apa pun. Setiap bisnis yang serius, harus memiliki tim manajemen reputasi untuk media sosial, yang tidak hanya membantu mereka untuk melacak emosi orang dalam komentar mereka, tetapi juga membantu dalam memecahkan masalah pengguna dan memberi mereka pengalaman yang baik.

Misalnya, Anda akan melihat ketika pernah Anda berbicara tentang Airtel (India telekomunikasi) atau merek yang populer media sosial lainnya, Anda akan mendapatkan respon instan dan komentar. Mempertahankan citra bisnis Anda sangat penting. Ini adalah fakta diketahui bahwa rumor dapat dengan mudah menghancurkan citra bisnis apapun, dan ini adalah di mana Anda dapat menggunakan media sosial untuk membantu menjaga citra yang Anda miliki. Melalui media sosial, Anda dapat dengan mudah membalas rumor dan komentar-komentar destruktif yang bertentangan bisnis Anda dan membantu menjaga gambar yang Anda ingin bisnis Anda untuk memiliki.

Salah satu cara adalah, gunakan halaman Facebook sebagai saluran pengumuman untuk produk atau berita perusahaan terkait. Juga, jika Anda terus diperbarui pengikut Anda tentang apa yang terjadi di perusahaan Anda dan hal-hal yang Anda lakukan, ini akan membantu mereka untuk tinggal di loop dengan merek bisnis Anda dan juga meningkatkan kepercayaan.

sumber: http://www.dedesuryadi.com

"fotopreneur"

Selain dari beberapa informasi menarik diatas, fotopreneur menambahkan sedikit pendapat terhadap peran media sosial dalam membangun bisnis fotografi Anda, dan kami yakin, Anda akan segera memulainya! Promosikan usaha fotografi Anda melalui media sosial!

Murah

Media sosial adalah sangat murah jika dibandingkan dengan alat-alat periklanan lainnya. gratis! untuk digunakan untuk semua orang, dan  dengan hanya bekerja dan melakukan pemasaran pada media sosial selama beberapa menit sehari, Anda bisa mendapatkan banyak manfaat, mendengarkan keinginan pelanggan dalam gaya fotografi Anda misalnya, meningkatkan penjualan Anda dan memiliki hubungan baik dengan pelanggan Anda

Dalam dunia marketing Anda memerlukan bantuan dari para profesional bila Anda ingin menggunakan alat promosi tradisional dengan efektif dan efisien. Namun, dengan menggunakan media sosial sangat mudah dan seperti yang disebutkan sebelumnya, sangat murah.

Menghemat Biaya Iklan Konvensional Setiap situs media sosial mempersilahkan Anda menambahkan avatar, yang secara teknis membangun brand awarennes bisnis fotografi Anda sebagai contoh logo, maskot, icon atau apapun yang menggambarkan bisnis Anda. Ketika orang terus melihat update pada Timeline mereka (Facebook, Twitter) dan menemukan brand Anda terus hadir dengan memberikan informasi positif, memberikan pelayanan dengan sopan, etc yang sebenarnya Anda lakukan kesadaran masyarakat terhapap usaha Anda mulai terbangun, untuk kemudian membangun kepercayaan publik melalui portofolio fotografi Anda. Apabila Anda sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, tarif fotografi setinggi apapun dapat Anda pasang! Karena mereka (public) tau, percaya dan meyakini dengan kemampuan Anda dan telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas!.

Dengan begitu Anda dapat menurunkan anggaran untuk iklan konvensional dan berkonsentrasi pada rencana pemasaran media sosial berikutnya. Terlebih lagi, iklan bersifat jangka pendek, tetapi dengan media sosial, pelanggan Anda terutama pengikut (followers) Anda bersifat  manfaat jangka panjang.

Yap! This is it! Fotopreneur berusaha mendeskripsikan manfaat menggunakan media sosial untuk bisnis fotografi. Anda juga dapat mulai meng-optimalkan media sosial dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah website untuk bisnis fotografi Anda untuk kemudian dihubungkan dengan menggunakan media sosial yang berbeda seperti Facebook, Twitter, Pinterest dan YouTube, Vimeo dll. Namun, Anda harus memilik komitmen bahwa Anda akan menjaga interaksi dengan pelanggan Anda, jangan  membuat media sosial hanya untuk sekedar mengikuti trend saja! Wish u guys luck!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s