Tips Mulai Usaha Fotografi by Deni Sugandi

fotopreneur-pict

Mengawali bisa sulit atau mudah begitu saja. Tentu saja ide yang buruk adalah wacana yang belum pernah diejawantahkan, direalisasikan. Memulai ya tinggal mulai saja, tetapi kadang-kadang justru diri kita sendiri yang selalu membatasi diri, padahal kesempatan selalu datang kapan saja. Bila mana kesempatan selalu menjadi kendala, kenapa tidak kesempatan tersebut dibuat saja. Selain peluang, perkara modal selalu menjadi soal, padahal tidak harus. Bagaimana menyiapkan jurus-jurus ampuh tersebut, berikut rangkaiannya.

Melihat peluang

Perlu dibedakan terlebih dahulu; model bisnis untuk konsumen, atau bisnis untuk bisnis, masing-masing mempunyai peluang potensi yang besar, yang belum tergali. Fotografi kini milik siapa saja, jadi bukan jamannya menawarkan jasa yang sama pada tahun sebelumnya. Rubah cara pandang tradisional; yang menganggap jasa fotografi adalah harus menjadi fotografer. Peluang yang luas yang masih tersedia adalah jasa paska-produksi fotografi-ahli digital imaging, agensi fotografi-yang menauingi beberapa fotografer. Bentuk bisnis lainnya adalah jasa penyewaan; lensa, kamera, lampu, bingkai dan seterusnya. Layanan antar jemput cetakan untuk konsumen ataupun mencetak kembali foto sebelum masa digital, dalam bentuk kemasan baru; cetak album, web gallery atau untuk kebutuhan presentasi.

Partner yang pas

Hal yang sering ditemui adalah dua orang fotografer yang berkongsi. Bila berjalan mulus, karena masing-masing fotografer tersebut bisa menempatkan dirinya masing-masing. Skenario paling buruk adalah masing-masing membawa ego. Produk jasa ini sangat rentan sekali dan bebas nilai, sangat sulit menentukan style fotografi, karena masing-masing mempunyai ukuran yang berbeda. Partner yang paling cocok adalah fotografer bertemu dengan manajer, fotografer bertemu dengan ahli marketing atau fotografer dan akuntan. Dua wilayah garapan yang berbeda, masing-masing mempunyai peran yang berbeda. Membuat kesepakatan pembagian keuntungan harus dibicarakan dari awal. Bila merasa “tidak enak” cari penengah, yang bisa memediasi.

Mengubah cara pandang/paradigma; Rubahlah cara melihat bentuk jasa

Jasa fotografi bukan hanya dokumentasi liputan wedding saja. Pasar wedding untuk di Bandung sudah jenuh. Harga tidak bisa dikendalikan lagi, karena tidak ada “Asosiasi bersama” satu paguyuban yang duduk bersama, menentukan kualitas, mutu dan harga. Selama ini masih masing-masing. Buka peluang lain, misalnya membedakan dengan jasa layanan yang pernah ada; jasa layanan fotografi spesialis anak SD, spesiali foto berjilbab atau jasa fotografi yang mengkhususkan pada acara perusahaan.

Tanpa modal? Hayu, sapa takut

Punya modal pun bukan segalanya. Dalam bisnis ini modal adalah bagian berikutnya, setelah bisa menentukan model bisnis. Membuka jasa agensi fotografer, satu layananan jasa fotografi yang mewadahi fotografer-fotografer, dengan ciri dan gaya yang berbeda. Yang ia lakukan adalah inventaris portfolio, manajemen dan jaringan, selebihnya adalah maintenance.

Memulai dari yang kecil namun tertata

Melek manajemen adalah hal yang penting. Mulai dari sesuatu yang kecil, yang terpenting adalah taat aturan yang telkah disepakati bersama. Menerapkan manajemen yang sehat, baik itu jadwal memotret, aliran cash flow, inventaris barang dan sumber daya manusia.

Menentukan posisi

Komsumen mana yang akan dibidik? Menengah bawah atau atas? Ini akan berhubungan dengan citra/image yang akan dibangun

Perlengkapan fotografi bukan investasi

Ingat, bahwa perlengkapan penunjang teknis jasa fotografi itu ada masa pakainya, rawat dengan baik. Pilih perlengkapan sesuai dengan yang dibutuhkan bukan yang diinginkan, pilih sesuai dana. Barang mahal tentunya sesuai dengan harga penawaran jasa; perlengkapan mahal sama dengan harga penawaran yang mahal pula dan yang perlu diingat bahwa perlengkapan fotografi digital kini sangat dinamis, setiap delapan bulan sekali harus update, jadi jangan berinvestasi pada perlengkapan. Jalan keluar yang ekonomis adalah dengan cara menyewa.

Janji adalah janji, layanan adalah penting

Jangan pernah memberikan janji kosong, apalagi “Over promise, under delivery” janji selangit, ternyata tidak sesuai. Pastikan bentuk produk yang ditawarkan adalah sama dengah hasil yang dijual pada konsumen. Janji meleset, tidak akan dipercaya lagi. Begitu juga pelayanan, karena ini adalah jasa, yang dijual bukan hanya produksi, tetapi cara melayani, berbicara dan berkomunikasi. Jangan pernah membela diri bila melakukan kesalahan, terima dahulu, kemudian berikan layanan pengganti, sebagai bentuk perhatian. Berikan layanan yang paling terbaik, karena sangat murah untuk memelihara konsumen lama dibandingka mencari lagi konsumen baru.

Jual diri! Jual lebih luas

Optimalkan jejaring sosial, namun harus berhati-hati. Informasi yang disampaikan di jejering sosial bisa berbalik. Gunakan bahasa yang santun dan tidak terlalu mengobral janji berlebihan. Update informasi terbaru dan layani setiap pertanyaan, meskipun itu hal yang paling aneh untuk ditanyakan. Tunjukan komitmen, karena layanan jasa ini sama persis dengan mengelola emosi konsumen.

Membuka pergaulan dan wawasan

Update! Update! dan update wawasan. Informasi kini tersebar luas di jejaring dunia maya. Jangan pernah merasa hidup dalam satu lingkaran, cobalah keluar dari lingkaran. Wawasan luas akan membuka bentuk variasi produk yang baru. Bergaul dengan komunitas, klub, kegiatan yang meskipun tidak berhubungan langsung dengan dunia fotografi, tetapi hal tersebut akan membuka cakrawala dan cara pandang yang berbeda dengan kompetitor lainnya. Selanjutnya terserah anda. (denisugandi@gmail.com)

This post above is reblogged by Deni Sugandi blog

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s