Bedah Buku “ Bisnis Fotografi “ oleh Tirto Andayanto MR

This post is re-blogged from: www.indonesiakreatif.net

Jakarta – Perkembangan dunia bisnis fotografi era digital seharusnya tidak hanya pada peralatan dan perlengkapannya saja, namun bagaimana cara untuk bisa memanfaatkan alat-alat tersebut menjadi sebuah lahan bisnis dengan cara menjual jasa fotografi. Fotografi komersial yang terbiasa di dengar di masyarakat umum telah menjadikan berbagai macam bidang fotografi yang berhubungan dengan industri,  menjadi sebuah lahan bisnis yang begitu banyak diminati saat ini. Namun tidak semudah itu untuk bisa terjun dan masuk serta bersaing di dunia fotografi komersial, banyak yang sudah menggelutinya namun kandas di tengah jalan.

Bertempat di Lorong Loket Pintu Selatan Stasiun Cikini, Komunitas BauTanah Galeri Jalanan pada hari Minggu (5/8) menggelar acara Bedah Buku “ Bisnis Fotografi “ bersama penulisnya Tirto Andayanto MR. Beliau juga merupakan pengajar kelas Basic Photography yang setiap minggu diadakan di Komunitas BauTanah Cikini. Dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai ini, dijelaskan secara detail tahapan-tahapan bagaimana cara memulai terjun di bisnis fotografi.

Dalam kesempatan bedah buku kali ini, Tirto Andayanto MR memberikan tips dan triknya untuk bisa menjual jasa fotografi tanpa merusak harga pasar. Menurutnya, persaingan dalam memberikan harga jasa fotografi saat ini semakin ketat, di mana semuanya bisa dengan mudah mendapatkan peralatan fotogarafi dan belajar fotografi, sehingga banyak yang lupa bahwa untuk bisnis fotografi, semua yang sudah diinvestasikan dan dipelajari mempunyai harga, dan tentunya setiap orang akan berbeda harganya sesuai dengan alat yang diinvestasikannya. Jadi jangan heran apabila ada sebuah agensi jasa fotografi mematok harga yang mahal, sedangkan yang lain mematok harga murah, karena perhitungannya jelas, yaitu mereka telah menginvestasikan alatnya dan tentunya harus bisa mengembalikan modal awal ketika berinvestasi alat tersebut.

Namun jangan terpatok dahulu dengan peralatan yang harus diinvestasikan, yang terpenting adalah bisa atau tidak kita menjual jasa fotografi untuk kebutuhan komersial. Soal peralatan, saat ini sudah banyak yang bisa disewa. Untuk tetap mendapatkan kepercayaan dari klien, seseorang yang ingin terjun di bisnis fotografi, tentunya harus memahami manajemen fotografi, supaya setiap angka yang dikeluarkan bisa dengan jelas dipahami oleh klien. Kuncinya adalah memisahkan harga produksi dengan harga jasa, karena inilah yang membuat seorang klien bisa mengetahui harga sebenarnya. Jangan sampai keuntungannya adalah harga yang di mark-up dari harga produksi.

Untuk memberikan semangat kepada para fotografer muda yang hadir dalam bedah buku tersebut, Tirto Andayanto MR memberikan sebuah petikan yang kiranya bisa dijadikan penyemangat, yaitu “dalam fotografi komersial sebuah karya foto tidak dilihat dari siapa orangnya, tapi bagaimana karyanya”. Jadi selama bisa berkarya dengan baik dan benar serta bagus menurut ukuran klien, maka jangan surut untuk terjun di bisnis fotografi. Tapi jangan kesampingkan juga etika dan attitude agar menjaga suasana dunia fotografi tetap nyaman untuk digeluti. Acara yang dihadiri lebih dari 50 orang ini kemudian ditutup dengan buka bersama.

Komunitas BauTanah yang berada di sekitar Stasiun Cikini adalah salah satu dari sekian banyak komunitas di Jakarta yang peduli akan edukasi terhadap masyarakat yang ingin mengetahui berbagai perkembangan pengetahuan umum. Kegiatan mereka di antaranya, secara rutin mengadakan kelas basic photography, kelas penulisan, kelas bahasa Inggris, kelas bahasa Prancis, dan kelas melukis. Selain kelas-kelas tersebut, komunitas ini juga rutin mengadakan Pameran Fotografi di Galeri Jalanan BauTanah yang menempati tembok Stasiun Cikini, serta kegiatan sosial lainnya seperti bazar, garage sale, dan Cikini Street Blues. Mereka juga sering mengadakan acara yang berkolaborasi dengan komunitas lain seperti dengan Komunitas Lubang Jarum Indonesia, Komunitas Atap Alis, Institute A, dan Komunitas Wildlife Indonesia. Selain itu masih banyak lagi kegiatan lainnya yang semuanya bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas, dan mengkampanyekan bahwa ruang publik adalah milik publik yang bisa dimanfaatkan dengan kegiatan-kegiatan positif. Semua kegiatan yang diadakan Komunitas BauTanah menempati area lorong loket untuk belajar, dan trotoar serta dinding stasiun untuk pameran dan kegiatan lainnya. Jangan sampai ruang dan waktu menjadi pembatas untuk berkreativitas, seperti yang tercermin dari motto komunitas BauTanah “Satu Karya Loe Bikin Pinter Anak Bangsa”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s