Memulai Usaha Jasa Foto Pre-wedding

Usaha Jasa Foto Pre-wedding kini kian marak dilakoni oleh Fotografer, dan banyak yang berpendapat terdapat peluang besar di dalamnya. Jadi buat Anda yang ingin memulai usaha foto pre-wedding namun mengalami kendala minimnya peralatan, jangan buru-buru menolak pesanan dari klien.  Posting kali ini fotopreneur akan memberikan beberapa tips dalam memotret pre-wedding dengan peralatan minim. So here we go…

Confidence

Yah!Percaya diri, Ini adalah hal pertama yang harus Anda lakukan pertama kali. Sekali Anda tidak percaya diri di depan klien, maka saat itu pula sang klien akan merasakannya. Dalam bisnis foto pre-wedding, klien tidak hanya membeli hasil foto Anda, tidak hanya kemampuan Anda sebagai fotografer tetapi juga membeli kepribadian Anda. Yang kami maksud disini adalah latih kemampuan interpersonal Anda, bagaimana Anda memaparkan konsep kepada klien, bagaimana Anda membuat mood klien nyaman dan gembira sepanjang sesi foto. Tunjukkan profesionalitas meski di tangan Anda hanya sebuah kamera DSLR entry level dengan lensa kit kebanggaan. Lensa kit bukanlah produk gagal, jadi kemampuannya juga bisa diandalkan. Gear itu penting, tapi lebih penting adalah menyiapkan skill foto. Jadi Anda tahu mana dulu yang harus disiapkan🙂

APBNnews.com - Portal Berita APBN

APBNnews.com – Portal Berita Ekonomi Indonesia

Konsep Kreatif

Sekarang ini banyak dijumpai jasa foto pre-wedding, apabila Anda perhatikan dengan seksama, mulai dari konsistensi konsep yang mereka gunakan, konsistensi warna dalam portofolio, dan venue foto yang sering digunakan, dan lain-lain. Masing-masing vendor memiliki karakteristik atau taste mereka sendiri. So bagaimana dengan Anda? Ciptakanlah ide kreatif sendiri yang unik tetapi diterima oleh pasar. bisa dengan mengambil tema olahraga, atau hobi dari klien Anda, seperti pada foto di bawah ini misalnya. perlu diingat perkembangan zaman sangat cepat, analisalah ekpektasi dari pasar, tinggalkan foto pre-wedding dengan konsep kedua pasangan memakai baju putih dan berpura-pura menunjuk sesuatu… (come on, it so old fashion dude!)

aku-dan-dia-photography

courtesy of : aku&dia photography

Maksimalkan Bokeh
Teknik dasar yang pertama untuk membuat foto Anda lebih daripada foto standar, yang pertama Anda lakukan, pilih format RAW+L di kamera Anda dan ciptakan hasil foto layaknya bidikan lensa mahal. Maksimalkan apperture lensa kit (F-3.5) atau gunakanlah lensa fix 50 mm yang cukup terjangkau harganya  untuk menghasilkan bokeh yang aduhai!. Cara pertama adalah menempatkan objek foto jauh dari background, lalu dekatkan lensa dengan objek (usahakan tidak melakukan zooming) agar apperture tidak berubah. Perlu dingat, lakukan teknik ini dalam kondisi siang hari atau pencahayaan cukup banyak.

courtesy of : aku&dia photography

Perbanyak Aksesoris
Aksesoris pakaian adalah solusi pintar dalam menutupi kekurangan foto. Edukasi klien agar memakai pakaian yang bergaya lengkap dengan aksesoris fashion atau pendukung (seperti rangkaian bunga tangan, dll). Usaha ini akan semakin manis dengan mengubah komposisi warna menggunakan white balance pada kamera.

courtesy of aku&dia photography

Maksimalkan Teknik Editing Photoshop
Configurasi color balance, mengatur saturation, dan menambah color filter bisa Anda lakukan untuk menyempurnakan foto pre-wedding. Ingat disinilah jurus pamungkas untuk menjadikan foto Anda beda. Belajarlah dari teman yang peka terhadap jiwa seni, teman dari disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual misalnya, mereka tentunya mengetahui dasar-dasar penggunaan warna yang baik. Mintalah arahan dan advice dalam proses editing, karena apa bila editing Anda jelek (maksud kami, setiap orang bisa menguasai photoshop, tetapi apakah itu yang diminati klien Anda) tentu itu akan menghancurkan kualitas foto Anda. Jika ingin instant, unduh beberapa action yang gratis di berbagai forum, maka dengan sekali KLIK! Dapatkan foto dengan warna spesial. Terakhir, atur foto membentuk sebuah kolase yang simple dan menarik.

APBNnews.com - Portal Berita APBN

APBNnews.com – Portal Berita Ekonomi Indonesia

Kemas Foto dengan Baik
Tahap ini adalah tahap finishing. Cetak foto Anda di tempat terpercaya, gunakan kertas foto (doff/glossy) sesuai selera klien. Lakukan laminasi foto (juga berdasarkan kesepakatan awal). Pilihlah bingkai cantik dan minimalis (disesuaikan dengan nuansa foto). Jika masih tersisa modal, bungkuslah dengan kreatif layaknya sebuah lukisan mahal.

Langkah terakhir Anda adalah menyiapkan portofolio yang kuat, karena client bisa jatuh cinta pada pandangan pertama hanya dari portofolio. Apabila portofolio bentuk cetak mahal, mulailah dari website & social media. Upload hasil karya terbaik Anda minimal 1x semingu! Selamat mencoba!

sumber foto: aku&dia photography

 

16 thoughts on “Memulai Usaha Jasa Foto Pre-wedding

  1. keren2 banget fotonya…
    minta ide donk buat foto pre wedding yg bertema sepakbola,,
    kira2 pose yg bagus n enak dilihat seperti apa yaa…???
    makasih dan salam kenal…

    • Hi there… Mungkin bisa dengan konsep yg menonjolkan keceriaan pada couple. Lokasi bisa di lapangan futsal yg terdekat namun representatif dengan kostum jersey klub sepakbola yg menarik.

      Bisa dengan berpose dengan banyak bola, adu penalti atau yg cewek sedang menonton pada tribun.

      Mencari referensi dari berbagai, website dalam dan luar negeri mungkin bsa membantu. Sukses yaa🙂

  2. Terima kasih banyak infonya, saya sangat bertekad mau buka bisnis ini. tapi saya masih memikirikan mengenai lokasi pada saat berfoto, saya liat foto-foto pre wedding di internet lokasinya bagus-bagus seperti di hotel, taman-pantai. apakah lokasi itu ditentukan oleh si Klien atau kita yang harus bertanggung jawab untuk mencari lokasinya??? Pada umumnya seperti apa?? serta tolong donk kritiknya kalau saya buka pre wedding cara paling ampuh untuk memasarkan apa??
    terima kasih…🙂

    • Hello… Menurut sya seorang fotografer bukanlah sekedar tukang foto, artinya dia sebagai problem solver yang dapat menterjemahkan apa yang diinginkan oleh klien menjadi karya seni fotografi dengan tasted yang Anda miliki.

      Jadi, jasa yang Anda jual mulai dari, menerjemahkan ekspektasi klien, penyusunan konsep, survey lokasi, eksekusi foto dan terakhir penyerahan output dengan kemasan menarik.

      Menurut sya setelah konsep dan lokasi foto disepakati, biaya sewa ataupun ijin penggunaan lokasi dibebankan kepada klien, dengan catatan kita sudah memastikan segala sesuatunya siap.

      Untuk marketing, di era internet yang sangat cepat ini, sya kira lebih efektif promosi melalui media online dengan website dan media sosial🙂

      Silahkan, misalkan ada yang ingin ditanyakan, saya senang berbagi pengalaman🙂

      Cheers
      Fotopreneur

  3. brmanfaat bgt artikelnya…
    sy ingin bka jasa wedding n’prewedding photography utk kalangan menengah kebawah dgn harga yg sgt trjangkau bagi mereka…sy sdh mlai cicil pnya DSLR 600D +tripodnya jg,,kira2 utk equipment lain yg wajib sy miliki utk mnunjang usaha sy apalg ya slain yg tlah sy sbutkn,,(apkh external flash, softbox, printer, lensa tmbahan,dsb msh sgt d’prlukan?jika ya tlg brikn spec brgnya yg sprti apa?

    mohon bantuan informasinya
    warm regards

    husin,,,,

    • Hi husin, mungkin pertama carilah partner yg pas, yg nyambung, yg seirama, karena disitu akan disepakati komitmen bersama untuk melangkah lebih jauh.

      Kemudian, perbanyak jam terbang, latihan foto, ikut komunitas, pertajam sense, dan tentunya upgrade dan kelengkapan gear, eksternal flash its a must, lensa, dan battery grip juga. tp hal tersebut pasti kembali ke ketersediaan dana, bisa kita beli bertahap atau mungkin sewa terlebih dahulu.

      Kira kira diatas adalah tanggapan dari kami, apabila ada yg masih ingin ditanyakan jangan sungkan untuk me-reply🙂

      Regards
      Fotopreneur

  4. bagus bgt artikelnya, sangat berguna
    saya dpt job disuruh foto prewed, sedangkan saya blm pernah sama sekali fotoin untuk prewed, menurut anda, hal apa saja yg harus saya siapkan? mungkin ada konsep foto yg aman untuk pemula seperti saya? tempat fotonya di villa, kira2 konsep yg bagus apa ya? yg saya foto jg pasangan muda

    • Halo Teddy, terima kasih komentarnya, mungkin sedikit saran saya:

      1⃣Observasi di sekitar villa, tentukan apakah ada objek menarik. Contoh: pemandangan, kolam renang, taman, interior ato perabotan yg unik?

      2⃣Mungkin bisa didapatkan 2 konsep, pertama foto formal (jas dan dress) dengan latar belakang menarik. Dan konsep informal di outdoor disarankan konsep story telling, supaya lebih dapat mennyampaikan pesan.

      Cek galery kami di http://www.facebook.com/akudandiaphoto di album iqbal dan mitha, konsep fotonya mengambil tempat di villa, siapa tahu bsa jadi referensi.

      Salam🙂
      Fotopreneur

  5. Salam, sebelumnya thx buat infony…
    Yg ingin sy tanyakan peralatan apa saja yg di perlukan untuk memulai bisnis prewed, spt kamera, lensa, flash dsb, thx buat infonya….

  6. Woah! I’m really enjoying the template/theme of this blog. It’s simple, yet
    effective. A lot of times it’s very difficult to get that “perfect balance” between usability and appearance. I must say that you’ve
    done a excellent job with this. Also, the blog loads super quick for me on Chrome.
    Outstanding Blog!

  7. wah keren banget masukkan, bagaimana kalo klien kita menginginkan konsep yg lebih mewah n membutuhkan perlengkapan konsep yg agak sulit di daptkan, apakan agan tau dmn utk kita dptkan prlrngkapan tsb>? apalagi lokasi saya jauh di kalimantan. kebetulan saya baru ingin memulai bisnis ini?? tolomh sharenya n saran nya donk??>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s